DMR Indonesia

  • Home
  • 1001 Agen - Intro
  • 1001 Agen DMR
  • 1001 Agen - FAQ
  • About
  • Blog
  • Kategori
    • CPNS
    • Fitur
    • General
    • Produk & Update
    • Scanner
    • sideBlog
  • Subscribe via RSS

Persiapan Menjelang Seleksi CPNS dan Modal yang Perlu Disediakan

August 21st, 2006  |  Published in CPNS  |  4 Comments

Ujian Seleksi CPNS Kegiatan seleksi CPNS yang diadakan secara serentak dan bersifat nasional dalam beberapa tahun terakhir ternyata memiliki efek berantai bagi beberapa bidang yang dianggap sepele. Lebih dari 4 juta calon peserta membidik target yang sama pada rentang waktu yang hampir sama pula.

Dimulai pada saat mencari-cari pengumuman rinci tentang adanya pendaftaran CPNS, seorang calon peserta tentu akan rajin membeli koran atau mendatangi warnet terdekat untuk mencari informasi di internet.

Saat menyiapkan berkas lamaran, calon peserta perlu memastikan bahwa KTP-nya masih berlaku, atau perlu ke kelurahan untuk memperbaruinya (dengan biaya tambahan untuk paket ekspres). Ia juga perlu membuat daftar riwayat hidup (atau membeli blankonya kemudian mengisinya), lalu melegalisir fotocopy ijazah dan transkrip akademiknya (disertai sumbangan ala kadarnya atau sesuai tarif), menyiapkan pas foto (yang tentu saja tidak gratis), membayar pembuatan SKCK di kantor polisi (yang tidak ada bukti tanda terimanya), menyiapkan surat keterangan kesehatan badan dari dokter puskesmas/rumah sakit, menyiapkan kartu pencari kerja (kartu kuning) dari disnaker, mengisi formulir pendaftaran yang disediakan atau membuat surat lamaran, serta membeli map berwarna sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Semua proses tersebut harus dijalani dengan cepat (dan butuh biaya transportasi), karena biasanya pendaftaran akan ditutup bila banyaknya pendaftar telah mencapai 30 kali lipat daripada banyaknya yang akan diterima pada sebuah formasi jabatan.

Saat menyerahkan atau mengirimkan berkas lamaran juga perlu biaya transportasi atau biaya amplop dan perangko untuk layanan pengiriman melalui pos. Sambil menunggu waktu pelaksanaan ujian, calon peserta dapat ke toko buku untuk membeli panduan praktis mengerjakan soal-soal CPNS, kemudian menyiapkan 'peralatan perang' berupa pensil 2B, penghapus, peraut pensil, papan alas menulis dan bolpen hitam.Apabila seorang calon peserta mengeluarkan 300 ribu hingga 500 ribu rupiah, maka setiap tahunnya terjadi transaksi sejumlah trilyunan rupiah dari hal-hal kecil dan sepele seperti yang diutarakan tadi.Di sisi lain, pemerintah juga harus menyediakan anggaran yang tidak sedikit dalam rangka seleksi CPNS. Bila untuk setiap 1 orang yang akan diterima sebagai CPNS dianggarkan 10 juta hingga 15 juta rupiah, dan pada tahun yang bersangkutan akan diterima 200 ribu CPNS, pemerintah harus menyediakan dua hingga tiga trilyun rupiah untuk operasional pengadaan CPNS.Biaya tersebut digunakan untuk iklan adanya pendaftaran CPNS di media cetak dan internet, biaya administrasi pendaftaran, daftar ulang hingga pengumuman akhir, biaya pembuatan kartu ujian, biaya penyusunan soal ujian, biaya pencetakan soal, LJK, daftar hadir serta berita acara, biaya pengiriman dan penjemputan LJK, biaya pemeriksaan LJK, honor pengawas dan koordinatornya, biaya sewa tempat ujian dan tempat pemeriksaan LJK, biaya psikotest dan wawancara, biaya pengawasan oleh instansi pengawas, biaya keamanan, serta honor untuk panitia pengadaan CPNS.
Dengan mahalnya biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah, wajar bila bagi mereka yang telah dinyatakan lulus hingga tahapan terakhir seleksi penerimaan CPNS tetapi mengundurkan diri dengan alasan ataupun tanpa alasan diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh pemerintah sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yang akan diserahkan kepada kas negara.

Di pasar gelap, juga terjadi transaksi milyaran rupiah, baik pada oknum-oknum spekulan alias penipu, maupun yang benar-benar memiliki akses ke pejabat yang dapat meloloskan peserta seleksi CPNS agar dapat diterima. Konon tarifnya mulai dari 30 juta hingga 50 juta rupiah. Tapi untuk hal yang satu ini, sebaiknya dihindari karena resikonya sangat tinggi, di dunia maupun di akhirat.
—
Kunjungi Pameran Pendidikan Nasional 2006 (22-24 Agustus 2006)
Bertempat di Plaza Departemen Pendidikan Nasional (di Samping Ratu Plaza) Jl. Jend. Sudirman, Jakarta

Pada pameran tersebut kami dari tim DMR (Digital Mark Reader) hadir di stand no.58, PT. Prismatek Global Info. Anda dapat menyaksikan demonstrasi penggunaan DMR untuk pemrosesan LJK maupun Lembar Kuesioner, Survey, maupun ujian CPNS dengan kecepatan sampai 120 lembar permenit dengan menggunakan scanner dokumen/image.

Responses

Feed Trackback Address
  1. bento-61 says:

    August 25th, 2006 at 15:41 (#)

    1. Cukup lama saya dan teman-teman mengikuti berbagai tulisan mengenai DMR Indonesia, saya gembira karena anda cukup serius mengembangkan bisnis ini
    2. Namun, untuk beberapa hal hemat saya anda seperti tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya atau mengetahui hanya sedikit sehingga terkesan nyinyir
    3. Saya tidak yakin untuk beberapa tulisan yang saya maksud datang dari tokoh yang sedikit saya kenal namun saya hormati karena inovasinya
    4. Jadi berdaganglah dengan baik sehingga pembeli mempromosikannya karena puas, seperti kutipan pengakuan dari beberapa pemakai
    5. Wassalam, sukses buat semua orang Indonesia yang selalu kaya gagasan dan berani mencobanya
    Bennto-61

  2. ira says:

    April 25th, 2007 at 17:24 (#)

    saya setuju dengan penggunaan tanda silang di LJK. menghitamkan satu bulatan penuh sangat membuang waktu, kira2 butuh waktu sekitar 5 detik untuk menghitamkan, sementara kalo menyilang, hanya perlu waktu 1 detik. jadi lebih praktis, bisa hemat waktu. waktu yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membaca soal dengan benar dan untuk memikirkan jawaban yang tepat.
    tiap ujian sekolah dari mulai SD, SMP, SMA bahkan sampe kuliah kita diharuskan membuat bulatan penuh. belum lagi kalo bulatan itu tidak penuh atau luber, kita khawatir jawaban kita tidak terbaca oleh komputer. jadi kita lebih khawatir terhadap cara bita mengisi bulatan hitam itu, belum lagi kalo pensil yang dipake adalah pensil 2B palsu.. bisa apa kita sebagai peserta ujian?
    semoga untuk ke depannya, teknologi yang ada bisa dimanfaatkan lebih baik.

  3. Hisar says:

    May 30th, 2007 at 15:21 (#)

    Saya ingin informasi lebih mengenai produk ini (harga, spec, dan kemampuan lainnya). Mohon dikirimkan brosur tentang produk bersangkutan. Terima kasih

  4. Hida says:

    September 6th, 2007 at 10:45 (#)

    ya kalo ada seleksi PNS tolong sosialisasikan secara rinci biar masyarakat lebih spesifik dalam memahaminya karena momen ini sangat ditunggu-tunggu
    terima kasih

Leave a Response

1001 Agen DMR - Raih 15jt

 

info lengkap tentang dmr dapat dilihat di digitalmarkreader.com

 


Distributor

Categories

  • CPNS (1)
  • Fitur (5)
  • General (25)
  • Produk & Update (3)
  • Scanner (1)
  • sideBlog (2)

Recent Comments

  • ridwan on SMP dan SMA di Jakarta, Bandung & Cirebon Rame-rame ‘Menyerbu’ Mini DMR
  • Heri Reksa on Customer DMR punya komentar
  • Arief Oge on Customer DMR punya komentar
  • wanto on About
  • samsu on Anggota DPRD Kota Jambi puas dengan DMR di SMAN 1 & SMAN 3 Jambi.

Recent Posts

  • Pengumuman Agen Terpilih pada Periode 1 1001 Agen DMR
  • Mengapa Harus DMR ?
  • DMR untuk Rumah Sakit
  • DMR, Alat Periksa Ujian Untuk Segala Jenis Form
  • DMR : Mempercepat Data Entry, Data Processing dan Laporan

Meta

  • Login
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • WordPress.org

©2009 DMR Indonesia
Powered by WordPress using the Gridline Lite theme by Graph Paper Press.