Booklet DMR-nya ITB di Microsoft Imagine Cup 2007
July 2nd, 2007 | Published in General
Kalau ITS dan UNIKOM merajai kontes robot, maka Imagine Cup 2007- kontes perancangan perangkat lunak yang diadakan Microsoft - lebih didominasi ITB. Demikian tanggapan dari Tahir Tahang, salah seorang juri Imagine Cup, Ahad lalu di Bandung. Mengoptimalkan penggunaan teknologi terbaru, dan memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi dunia merupakan beberapa kriteria penjurian yang diterapkan.
Selain itu, produk perangkat lunak yang dirancang juga sudah harus ada implementasinya, bukan hanya sebatas rancangan. "Microsoft Indonesia mengadakan seleksi ini untuk dilombakan di tingkat internasional", tandas Tahir Tahang yang juga merupakan representatif DMR di Jakarta.
Tahir Tahang berada di Bandung selama 2 hari untuk proses penjurian Imagine Cup yang berlangsung di Kantor Pusat PT Pos Indonesia. Di hari terakhir penjurian, hadir pula sebagai dewan juri Richard Mengko (Staf Ahli Menristek) dan Cahyana Ahmadjayadi (Dirjen Aplikasi Telematika Kominfo).
Ketika Richard Mengko disodori Booklet Digital Mark Reader (DMR) 2007, ternyata beliau masih ingat bahwa pernah menjadi salah seorang juri saat DMR memenangkan APICTA Indonesia 2004. Adapun beberapa bulan sebelumnya, Cahyana Ahmadjayadi juga telah menyaksikan presentasi DMR di Jakarta bersama Dewan TIK Nasional dan tim Pusilkom UI serta memberikan apresiasi yang tinggi bagi presenter yang sekaligus pengembang DMR dari ITB, Iping Supriana.



